Jumat, 10 Agustus 2012


Ngabuburit 7
BUMI SANDIWARA

Dalam ruang yeng sempit serta kekangan sang waktu,lambat laut  mulai menunjukkan kekuasaanya.  Dari waktu yang  kembali, sekolompok muda mudi menunjukkan tidak matinya daya pikir dari keresahan yang bergejolak dalam hati , sekolompok muda-mudi tersebut mengakui dirinya adalah bagian  tubuh yang bernama bumi sandiwara, bumi sandiwara kembali hadir dari kesibukan malam dan siang yang tak pernah berpisah  lalu mencoba  menunjukkan keresahan atas sebuah problematika yang terjadi ditengah kehidupan yang heterogen, kehidupan yang ambigu dan penuh  pernak-pernik serta teka teki yang masih dicari atau mencari akan sebuah jawaban dari pertunjukkan alam yang tak henti  atau tetap dilupakan oleh mata polos akan sebuah ketidak pastian sebuah jawaban  tak murni
Bumi sandiwara terus berpacu mencoba mengheningkan kesibukan malam, gelapnya cahaya bulan dan kicauan burung gagak serta elang dalam sangkar emasnya, bumi sandiwara terus mencari keindahaan yang tersimpan dalam lumpur,  menghadirkan estetik  kuno menjadi indah di kuasa zaman yang serba canggih  dan merebut cahaya indah dari kekuasaan bayangan hitam yang hidup dari percikan cahaya bulan
Bumi sandiwara menghadirkan sebuah lakon yang berjudul K-POP kepanjangan dari Kutukan pedang ompong, naskah yang disutradarai oleh ari irawandi ini menghadirkan sebuah fenomena yang terjadi dan hidup belakangan ini,fenomena itu menghasilkan  hampir 65 % mahluk hidup di antero dunia ini mengiblatkan matanya terhadap kehidupan yang disuguhkan oleh kehidupan lain atau ciri khas yang bukan miliknya hingga  tidak sedikit manusia lupa akan tradisi serta keaslian yang dimiliki secara hakiki, diberikan oleh sang maha sutradara.  Naskah K-POP  mengjak kita agar mengerti akan sebuah  kisah yang penuh intrik akan sebuah analogi kehidupan yang mengakar dimata yang polos hingga menghasilkan keindahaan, sang sutradara mengajak hal-hal baru yang slalu dilandasi oleh tradisi, hingga menjadikan sebuah paradigma baru bagi penikmatnya, sang sutradara masih mengusung tradisi karena tradisi adalah tubuh dari keaslian diri ( bumi sandiwara ) yang hidup secara hakiki dalam diri yang telah mengenalnya, naskah yang dihadirkan bumi sandiwara melibatkan kuasa jaman serta dipadukkan dengan kehidupan dimasa lampau ,mencoba mengajak pelakunya(secara umum ) menciptkan  konflik yang disembunyikan oleh prilaku dari simbol-simbol kepolosan serta kelucuan secara objektif, dan membuka lebar kelopak matefora sarta secerca ironi yang hidup dan mengakar dalam mata dan tubuh yang polos akan sebuah subjek.  
Suguhan dari materi yang memurnikan dirinya, melibatkan keringat akan sebuah hasil akhir yang akan disuguhkan dari sekian banyak problematika yang hidup diantara kuping dan mata yang ironi dan  masih berkeliaran disemak semak tubuh yang sulit diraba, bumi sandiwara masih mengajak kita semua untuk mengenal keterbatasan waktu dan melebarkan sayap tradisi agar tidak mati dan kita masih mengenal siapa diri kita yang sebenarnya.
                                                                                                                                    aH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahka masukan komentar anda!