Sabtu, 15 November 2014

Penayangan Film Indie “Hujan Di Pagi Hari”



Penayangan Film Indie “Hujan Di Pagi Hari”

Sabtu 8 November 2014 menjadi hari yang sedikit berbeda di sebuah kecamatan kecil di ujung utara Kab. Sukabumi yaitu Kec. Cicurug, anak muda yang tergabung dalam Masyarakat Kreatif Cicurug, membuat sebuah karya Film yang bejudul “Hujan Di Pagi Hari” yang di tayangkan di hotel Puri Iska, semenjak penayangan pertama pada pukul 13.00 WIB gedung ini sudah dipadati oleh banyak penonton di jam pertama  penonton didominasi oleh anak-anak SMA yang ada di wilayah Cicurug, Film berdurasi 45 Menit ini mampu memancing penonton lebih banyak dipenayangan ke dua dan ketiga, penonton berjubel di jam ini, jam kedua penayangan adalah jam 15.00 WIB disini undangan berbaur dengan penonton umum, sehingga aula Puri Iska dipadati oleh penonton, film yang disutradarai oleh Achmad Dayari ini memang memiliki keterbacaan yang menarik dengan mengangkat konfilk buruh pabrik, penonton mudah terhipnotis dan larut dalam cerita karena kejadian dalam film terjadi sangat dekat dengan masyarakat Cicurug sendiri.
Film ini sedikit membangkitkan aura kreatifitas di Cicurug, Achmad Dayari sebagi penilus naskah, aktor dan Sutradara dalam Film ini memang sudah memiliki pengalaman yang panjang sebelumnya di panggung teater, sehingga dengan apik Aday panggilan akrabnya mampu meracik gambar-gambar bergerak ini dengan baik sehingga menimbulkan decak kagum penonton, ini terbukti dalam penayangan ketiga pukul 19.00 WIB. Seluruh tiket laku terjual, penonton membanjiri Hotel Puri Iska dari sebelum Magrib, walau pun malam itu hujan turun tapi semangat penonton tidak surut untuk datag menyaksikan film karya anak Cicurug ini.





Setiap penayangan Film, sang Sutradara Achmad Dayari selalu memberikan sesi diskusi kepada penontonya sehingga jika ada hal-hal yang tidak dimengerti oleh penonton, dapat dipertanyakan secara langsung. Kehadiran bapak Agus ketua DPRD Kab. Suakbumi pun memberikan suasana yang berbeda di penayangan film ini, beliau mengapresiasi film ini dengan baik dan menyarankan kepada anak muda untuk selalu melakuakan tindakan kreatif atau menciptkan karya-karya kreatif untuk membangun Kab. Sukabumi.
Hujan di Pagi Hari adalah Film perdana yang di buat oleh Masyarakat Kreatif Cicurug, dan ini bukan lah Film terakhir karena setelah ini akan segera di garap film selanjutnya sekitar pertengahan tahun 2015. Semoga film ini mampu menjadi titik tolak bangkitnya kembali industri kreatif di Cicurug atau Kab. Sukabumi 

Film “Hujan Di Pagi” Hari Sebuah Gagasan Kreatif



“Hujan Di Pagi” Hari Sebuah Gagasan Kreatif





                Sebuah kelompok anak muda yang menamakan dirinya Masyarakat kreatif cicurug memproduksi sebuah film yang berjudul “Hujan dipagi hari” film independent yang ditulis serta sutradarai oleh Achmad Dayari,  filim berjendre drama ini menceritakan dinamika buruh pabrik yang begitu komplek dengan segala permasalahannya, sorang buruh wanita yang bernama samirah yang di perankan oleh Lia Rusmiati adalah seorang pekerja keras untuk menghidupi keluarganya dan seorang anaknya yang bernama hujan diperankan oleh Stara Planina, serta suaminya Darma yang diperankan langsung oleh Achmad Dayari, filim ini memang lahir dari sebuah kesederhanaan fasilitas dan SDM yang jauh bila dikatakan maksimal, namun dalam kesedrhanaan itu terlihat adanya upaya untuk peningkatan atsmotfer kreatif di wilayah yang terkenal dengan kemacetan dan buruh pabriknya Cicurug. Darma adalah seorang sarjana yang enggan bekerja di pabrik sebagai buruh karena egoisme dirinya sementara dalam keseharian darma tidak berusaha untuk mencari pekerjaan bahkan darma berselingkuh dengan mantan kekasihnya yaitu Lestari yang diperankan oleh Maria Mulya G. ada satu tokoh lagi yang membangun cerita film ini semakin menarik yaitu tokoh Ida yang diperankan oleh Linda Wijaya tokoh ini berwatak sedikit tengil sebagai wanita lajang yang berkepanjangan atau perawan tua.
                Film yang di peroduksi diSapulidi studio bekerja sama dengan teater cermin dan bumi sandiwara ini memiliki keunikan dalam bentuk tampilannya, mungikin karena sang sutradara yang lahir di panggung teater sehingga banyak menampilkan bentuk-bentuk artistic dalam setiap adegannya, seperti di sisipkannya adegan penari sebagai perlambangan pikiran Samirah dan pantomime sebagai perlambangan pemikiran Darma. Namuan semua itu tidak terlihat janggal malah terlihat apik dan menarik sebagai konsep film.
               Film ini ditayangkan di hotel Puri Iska Cicurug pada tanggal 8 November 2014, sebagai apresiator utamanya adalah masyarakat Cicurug dan sekitarnya. Dari penayangan film ini terbersit keinginan untuk memeriahkan kegiatan kesenian di wilayah Cicurug serta memberikan terapi kepada masyarakat melalui media seni yang kerap dianggap hanya sebuah selingan dalam keberlangsungan hidup umat manusia.