Jumat, 08 Maret 2013

teater cermin memntaskan Gandrung New York pada FDBSP 2 2013


Gandrung New York, Ego dan Konflik Cinta




                Naskah yang di sadur secara bebas dari naskah New Yorker In Tondo  ini berjudul Gandrung New York  naskah yang di peruntukan untuk Festival Drama Basa Sunda Pelajar 2 yang setiap dua tahun sekali diselenggarakan oleh Teater Sunda Kiwari yang pada tahun 2013 ini di selenggarakan di bulan Februari di gedung Rumentang Siang Bandung.
                Gandrung Newyork adalah kisah sederhana tentang seorang wanita bernama Yeyen yang tinggal di Kampung Cikiruh, yeyen berkesempatan untuk belajar kecantikan di luar negeri yaitu di negeri paman sam Amerika lebih tepatnya di kota New York, sepulang dari New York Yeyen mengubah namanya menjadi Jenifer, di Cikiruh Yeyen memiliki tiga orang sahabat yaitu Kusna, Dudung dan Sumi, serta seorang ibu yang bernama Bi Eroh, yeyen yang membaptis dirinya menjadi Jenifer serta Ibunyapun di Baptis menjadi Mamih Cameron yang diharuskan bergaya New York. New York telah merubah pemikiran yeyen sebagai seorang mojang Cikiruh, gaya bahasa gaya berpakain dan semuanya yang melekat dalam tubuh yeyen di ubah menjadi seorang jenifer yang menajdi mojang metropolis yang perlente. Dikampung halaman Yeyen yaitu Cikiruh yeyen telah ditunggu oleh tunangannya yang bernama Kusna namun perubahan yeyen tidak hanya dari gaya hidupnya tetapi samapi pada ingatannya Yeyen melupakan bahwa Kusna merupakan tunangannya, Yeyen berfikir bahwa Kusna bukanlah siapa-siapa, hal tersebut membuat Kusna merasa sakit hati tetapi konflik cinta tidak selesai disini karena kusnapun melakukan kesalahan dengan berselingkuh, Kusna berselingkuh dengan Sumi yang merupakan sahabat kecil Yeyen. Perselingkuhan ini terjadi karena Kusna berfikir Yeyen telah melupakan kusna dengan idak memebrikan kabar juga tidak pernah membalas surat dari Kusna namun konflik cinta ini tidak selesai begitu saja karena Dudung ternyata memiliki perasaan special pada Sumi, dudung sudah lam mencitai Sumi.
                Ego Yeyen merupakan penggambaran wanita masa kini yang terjebak dalam narsisme dan hedonisme, wanita yang lebih mudah menerima gaya barat dan melupakan asalnya yang dari timur, dan konflik cinta yang terjadi adalah mimesis dari semua hal yang terjadi dalam peradaban cinta kaum muda masa kini yang terus saja menimbulkan konflik tanpa ada klimaks.
                Naskah Gandrung New York di pentaskan oleh teater cermin SMAN 1 Cicurug dalam perhelatan Festval Drama Basa Sunda pelajar ke 2 yang di gelar oleh Teater Sunda Kiwari di G.K Rumentang Siang Bandung pada senin 18 Februari 2013, ini adalah kali ke tiga teater cermin mengikuti Festival ini, sebuah kebanggan saat cermin bisa menjadi wakil satu-satunya dari kab. Sukabumi.
Para pelaku
Yeyen/Jenifer : Tanti Zaharani
Kusna    : Abdulah Rafi
Sumi      : Shanti
Bi Eroh : Dini
Dudung : Yusuf Solihin
Sutradara : Achmad Dayari

Senin, 28 Januari 2013

Bumi Sandiwara prosesi Upacara adat



Bumi Sandiwara prosesi Upacara adat


13 Januari 2013, Bumi sandiwara melaksanakan upacara adat di daerah kinasih Kab. Bogor, dengan konsep sederhana yaitu ki lengser, tari merak, tari katumbiri, umbul-umbul dan payung

BUMI SADIWARA MENGIKUTI ROAD SHOW MTV EXIT





BUMI SADIWARA MENGIKUTI ROAD SHOW MTV EXIT STOP PENJUALAN DAN PERBUDAKAN MANUSIA
                Pada tanggal  16 s.d  19 Januari 2013 beberapa anggota bumi sandiwara mengikuti worksop yang di selenggarakan oleh MTV EXIT bekerja sama dengan FIGHT BDG dan SUKABUMI KREATIF,  bertempat di gedung BBAT Kota Sukabumi, dalam kesempatan ini MTV EXIT memberikan pengetahuan tentang penjualan manusia dan perbudakan, para peserta workshop dibekali pengetahuan tentang penjualan manusia dimulai dari jumlah korban, bentuk-bentuk perbudakan dan cara penganggulangan namun dalam worshop selain tentang perbudakan dan penjualan manusia juga disisipkan pengetahuan tenang kesenian yaitu kesenian teater dalam hal ini Pembina bumi sandiwara yaitu kang Aday (Achmad dayari) berkesempatan memberikan workshop mengenai teater tersebut, konsep yang disuguhkan oleh kanga Aday adalah bentuk pertunjukan longer yang dikolaborasi dengan pertunjukan wayang sukuraga kesenian asli Sukabumi. Tidak semua konsep wayang sukuraga ditampilkan, hanya konsep kudu lempang yang merupakan bagian dari wayang sukuragalah yang di sisipkan dalam pertunjukan teater tersebut.
                Longser yang dipertunjukan berjudul “Ulah daek dibobodo” dari 19 peserta workshop dibagi menjadi pemusik, penari, aktor dan penari kudu lempang, naskah Ulah daek dibodo menceritakan tentang perjalanan Asep Gumasep dan Euis Gumelis yang menjadi korban penjualan manusia, Asep yang diperankan oleh Ari dan Euis oleh Fergina, pertunjukan ini merupakan bagian dari kampaye yang dilakukan para peserta workshop atau disebut juga Youth Leader. Dengan durasi latihan yang hanya dua hari semua pelakon dalam naskah Ulah daek dibobodo mampu memerankan karakternya dengan cukup baik
                Pertunjukan ini dipentaskan di dua tempat yaitu di Almasturiah Cisaat Sukabumi dan di SMAN 5 Kota Sukabumi, dilihat dari antusiasme penonton pertunjukan Ulah daek  dibobodo dapat diterima maknanya secara baik oleh penonton, aktor-aktor yang memerankan naskah bermain dengan baik dan konsep pertunjukan lonser dengan bahasa sunda lebih mudah dimengerti oleh penonton yang notabene adalah orang sunda
                Dari kampaye melalui pertunjukan longer ini semoga dapat menimbulkan pemikiran pada penontonnya tentang bahaya dari penjulan manusia dan perbudakan yang begitu marak khususnya di Kab. Sukabumi.  

Rabu, 09 Januari 2013

LATIHAN GABUNGAN ALAM TEATER CERMIN (SMAN 1 CICURUG) & TEATER PANDORA (SMA AL-BAYAN)



LATIHAN GABUNGAN ALAM TEATER CERMIN (SMAN 1 CICURUG) & 
TEATER PANDORA (SMA AL-BAYAN)
Minggu 10 November 2012, Bumi Sandiwara mengagas sebuah kegiatan latihan alam di Bumi perkemahan Javanaspa Cidahu Kab. Sukabumi, acara tersebut diikuti oleh 20 anggota Teater Cermin dan 17 anggota Teater Pandora, materi yang diberikan oleh Bumi Sandiwara adalah latihan-latihan dasar teater seperti olah tubuh, vocal dan sukma, pemateri dalam kegiatan latihan gabungan kali ini adalah Achmad Dayari dan Ari Irawandi Gusmi, latihan ini mengajak para peserta untuk lebih akrab satu sama lain, dan juga mengenalkan alam sebagai media latihan teater, hingga nantinya dapat dikembangkan di sekolah masing-masing, saat latihan berlangsung sempat turun hujan, namun hujan tidak menyurutkan para peserta untuk terus berlatih, latihan dimulai pada pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 14.00 WIB

Kamis, 13 Desember 2012

Cerpen Ade Suhanda "Mawar dan Kumbang"


Bumi sandiwara

Mawar dan Kumbang

bogor 2010

 

 

A.      Suhanda
[Pick the date]
 

 


 

Untukmu selamanya

Pagi dilereng gunung salak, mentari menyambut setiap mata terpejam, bunga menjadi santapan setiap langkah mata memandang kicauan burung yang merdu mengisi suasana pagi yang jernih, anton narta dan narto bergegas membersihkan muka serta mempersiapkan sarapan, anton bergumam kepada narta hey narta masak apa kita pagi ini?

Narta ? masak apa saja yang penting bisa dimakan serta membuat perut kenyang hehehehe begitulah gumamnya, kami bertiga menjadi sahabat sejak pertemuan itu dimana kami dipertemukan dalam situasi yang sama bagi kami, narta mempunyai sifat yang simple tidak mau ribet sedangkan narto penuh pemikiran dan harus detail untuk mengerjakan sesuatu, kami bertiga bermalam dilereng gunung salak dari tiga hari yang lalu, kami membuat sebuah janji agar kami bisa selalu bersama hingga kami mempuyai cucu jika bisa kami berniat untuk menikah bersama dalam satu acara itulah janji kami.

                Setiap ruang mempunyai rahasia yang tak pernah bisa ditebak oleh akal, itulah rahasia bumi yang penuh dengan teka teki kehidupan keras bagi sebagian orang dan lembut bagi sejengkal orang yang duduk dibawah pohon pinus, waktu semakin beranjak kami bertiga bergegas kembali ke rumah

Pagi dalam keadaan kamar yang kotor, aku bergegas menuju sekolah ku sesampainya disekolah aku duduk dan menunggu sahabat-sahabatku, lonceng berbunyi aku masih setia menunggu sahabat sahabatku, kira –kira lima belas menit kemudian sahabat-sahabatku datang dan mereka  terkena  oleh guru yang mengajar karena mereka terlambat, disela-sela satu kelas menyaksikan hukuman yang diberikan oleh ibu guru masuklah ibu kepala sekolah ke ruang kelas kami, aku dan teman-teman yang lain diam serta focus menatap kedepan, tak lama kepala sekolah berbicara akhirnya kepala sekolah memperkenalkan siswi pindahan dari kota sebrang.

Ibu kepala sekolah : anak – anak mohon waktu kalian sebentar, ibu masuk ruang ini karena ada yang ibu ingin sampaikan kepada kalian, alhamdulilah sekolah kita kedatangan siswi baru, dia pindahan dari kota sebrang, dia akan masuk kelas ini dan bergabung dengan kalia ibu harap kalian bisa menerima dan bisa beradaptasi dengan teman baru kalian, sini nak masuk ! namanya nayla “ anak- anak jika kalian ingin bertanya silahkan ?

Anton : Nama kamu nayla? Kenapa kamu pindah sekolah ?

Narta : nayla no hape kamu berapa? Dan Pin BBM kamu berapa ? hehehe

Ibu kepala sekolah : Eh,,,eh,,, kalian ini, jangan begitu,

Narta :sesekali bu ngak apa-apakan?( menutup mata dan tersenyum lebay )

Ibu kepala sekolah : Ya sudah, biarkan nayla yang memperkenalkan dirinya sendiri, silahkan nak, anak-anak ibu akan kembali ke ruangan, terima kasih atas perhatian kalian “ ibu guru terima kasih atas waktunya silahkan kembali mengajar “

Ibu guru : anak-anak sebelum kembali kemateri alangkah baiknya kita memberikan waktu kepada siswi baru kita untuk memperkenalkan dirinya


Siswa-siswi : iya ibu ( semua bersuara )

Ibu guru : silahkan nak ibu akan kasih waktu untukmu memperkenal diri, didepan kelas


Nayla : iya ibu terima kasih.

Nayla : namaku nayla, aku pindahan dari kota banda aceh, aku kesini karena kedua orang tuaku dipindah tugaskan ke kota ini, dulu aku sekolah di SMAN 1 BANDA ACEH, semoga teman-teman bisa menerima aku

Narta :selamat datang dikelas kami.

Narto :so sweet lo, teu kaop nempo nu geulis wae ah

Anton : sudah….sudah jangan berisik, kasian dia bisa malu kalau kalian bersikap keterlaluan seperti itu.

Nayla, wanita berkerudung rapi sedada prilaku sopan kepada setiap orang dan mudah bergaul kepada siapapun mencerminkan wanita yang sebenarnya, dua minggu telah berlalu, alunan music ala tahun 90 an terdengar merdu di kuping anton sebelah kanan, gea bertanya siapa yang  memainkanya? (gumamnya dalam hati ) cukup lama suara itu terdengar dari salah satu sudut ruangan, namun anton tak berani menolehkan pandanganya

Gea : ternyata lo, kirain siapa ?

Anton : iya emang kenapa, ngak boleh ?

Gea : ngak apa-apa juga, aneh aja oh iya gimana tugas kemarin udah lo boleh gw nyontek cz gwe ngak sempet ngerjainya semalam

Anton : ah lo udah biasa kali, alesan lo basi ( mengeluh )

Gea  : heheheh biasa aja kali

Waktu terus berlalu hingga lonceng  pun berbunyi, tak disangka siswi baru itu duduk disebelahku, hanya diam yang terjadi dalam ragaku . gumamku dalam hati ada apa dengan ragaku seperti terkan sihir yang amat hebat, hingga aku tak bisa menggerakkan lidahku untuk mengucapkan satu huruf, akhirnya nayla yang memecahkan kebisuan itu,

Nayla : assalamualaikum, maaf saya tidak permisi dulu duduk disini, tidak apa apa?

Gea : tidak apa-apa ( grogi )

Nayla : oh iya nama kamu siapa ?

Gea  : nama ku hizba hudia, panggil saja aku dia

Nayla : nama kamu aneh ‘hehehe’ maaf “ (tersipu malu)

Gea  : tidak apa-apa, iya itu nama ku tidak kamu saja yang berkata seperti itu, teman-teman yang lain sama

Disela sela obrolan kecil itu, ibu guru kembali kepada tugasnya memberikan materi dan kami focus kepada materi tersebut hingga bel istirahatpun berbunyi,

Nayla : kamu mau kekantin tidak ?

Gea  : tidak, aku disini saja

Nayla : ya sudah aku kekantin ya, kamu mau pesan apa biar saya belikan sekalian

Gea : tidak usah,

Nayla : oke, aku kekantin dulu ya

Tiba-tiba sahabat sahabatkyu menghampiri ku, terlihat aneh pada prilaku aku yang tidak seperti biasanya

Sahabat : woy aneh banget ( berbarengan )

Gea  : aneh apanya ?

Narta : ngak kayak biasanya

Gea  : emang biasanya kayak gimana ?

Narto : biasanyakan lo, dingin sama cewe, ini baru beberapa menit aja udah deket aja lo, wah jangan-jangan lo…….wah gawat lo ngak asyik ah

Anton : temen-temen dengerin” manusia itu bisa berubah dengan itungan detik “ bagaimana situasi!

Narta + narto : ah lo so bijak

Anton : emang benerkan ?

Gea : udah-udah, emang apa yang kalian liat belum tentu seperti aslinya

Sahabat : emang kayak gimana aslinya ? ( melongo )

Gea : kalau menrut gwe nayla adalah orang yang mudah dekat dengan orang lain, dia cher up, ngak mandang usia dan latar belakang itu sich pendapat gwe

Sahabat : tuh kan lo, udah tau aja dari mana lo tahu ?

Gea : lo liat aja gwe duduk berdampingan ya setidaknya gwe menanggapi apa yang dia bicarakan serta dikit-sikit gwe memaknai setiap gesture yang dia keluarkan hehehe “gini-gini juga gwe sedikit tahu masalah kejiwaan

Sahabat : sombong hehehhehe

Tiba-tiba nayla datang dengan bawaanya, teman teman ini untuk kalian

Anton, narta + narto : waduh ada rizki nompok nih, makasih ya nayla

Nayla : sama-sama, gea kamu kenapa diam saja

Gea : saya masih kenyang nay, sok sama anak-anak saja

Nayla : oke

Ruangan kelas kembali ricuh dengan sorak teman, aku masih diam dibibir meja dideratan tengah, tatapanku masih terdiam disatu titik yang meluluhlantahkan langkahku

Nayla : kamu kenapa diam saja ?

Gea : tidak ada apa-apa ?

Nayla : jika kamu bersedia cerita saja, aku perhatikan kamu sedang memikirkan sesuatu ?

Setelah pertanyaan itu, gea kembali diam, menyulam kebisuan diantara dua ruang yang sama, dalam kebisuan gea menuliskan kata kata untuk nayla .

 

Diantara dua ruang

Aku duduk bersama kau hawa, entah apa yang ku pinjam dari ragaku

Mungkinkah aku tersesat,dipagi itu

Aku manyaksikan bibir jariku menari diatas kayu yang tak beradaya

Tak sengaja nayla membaca tulisan itu dalam buku gea, nayla bertanya pada hatinya seolah-olah gea tidak menyukai kehadiran nayla disisinya, hingga naylapun menjawab tulisan yang ada dalm buku gea

 

Kepada siang, aku jujur

Dulu aku tak berani berikan senyumku kepada angin

Aku selalu menyembunyikan senyumku dari cermin dan jendela

Kepada siang aku jujur

Aku memang tak perawan, karena jaman aku tak perawan

Darahku mengalir dari ruang yang sempit

Namun salahkah aku, mencoba melukiskan kenangan dengan kaum adam

Kepada siang aku jujur

Aku memang jalang

Aku memang jalang

Tapi aku bukan wanita jalang

Pagi dalam ruang kelas itu, gea menemukan tulisan nayla, gea merasa bingung dengan makna yang tersirat dari tulisan itu, gea berusaha keras memaknai setiap kata yang ada dalam kertas itu, tak lama setelah itu nayla menghampiri gea,

Nayla : gea, tak sengaja aku membaca potongan tulisanmu, maafkan aku gea jika boleh tahu kau tulis untuk siapa ?

Aku : aku menulis untuk diriku sendiri, tidak ada yang ku maksud,

Nayla : gea , aku merasa asing dihadapanmu, teman-teman yang lain ramah kepadaku, namun engkau berbeda ada apa denganmu ?

Gea : nayla, aku tidak apa-apa, karena ketidak biasaan saja nayla, hingga aku seperti ini

Nayla : trus apa yang kau maksud dengan tulisanmu?

Gea : itu adalah kesaksianku terhadapmu nayla, waktu itu aku mencoba menulis diriku sendiri dengan apa adanya aku, saat aku melihatmu aku teringat seseorang yang telah menyadarkan ku namun waktu berkata lain saat aku masuk ke sekolah ini, tuhan sayang kepadanya hingga dia dipanggil oleh tuhan semenjak itu, aku membisu dan berteman dengan kesendirian, aku mengarungi kesendirianku bersama waktu dan dedaunan, aku tidak ada maksud apapun nayla, aku ingin ……………………..

Nayla : ingin apa ?

Gea : ingin ku, ah sudahlah nayla biarkan itu menjadi kenangan di setiap langkahku

Nayla : jika itu yang terbaik buatmu,

                                                                                                                               

Di waktu lain gea menyelimuti kegelisahanya dengan aktivitas kecil, gea bersiul bak burung bermian ditaman sore

Gea :     langit, bilakah kau berikan jawaban ?

Mengapa bulan tak muncul setiap malam ?mengapa kumbang mencampakkan bunga di siang hari ? mengapa langit ?


Disisi lain nayla bersama anto, narta dan narto becanda diselangi obrolan kecel tentang gea

Nayla :  hey kawan, andai aku boleh tahu ? mengapa sikap gea seperti itu ?taukah kalian dia tidak membuka bibirnya jika berdampingan denganku, kadang aku merasa apa aku salah ataukah ada kesalahan dalam diriku ?bagaimana menurut kalian ?

Anto :    tidak ada yang salah anatara kalian berdua , gea memang seperti itu, hamper kesetiap orang dia bersikap seperti itu, terkecuali

Nayla :  kecuali ?? kecuali apa ?

Narto, narta :     kecuali sama kami …( berbarengan )

Nayla : kok bisa gtu ?

Anto :    memang dia seperti itu, gea tidak mudah akrab dengan orang, dia hanya dekat dengan kami, sejak saat itu

Nayla :  kau tahu banyak tentang gea ? ceritakan kepadaku

Narta :  suka ya sama gea

Nayla : heheheh ( tersipu malu ), ayo donk to ceritakan kepadaku

Anto :    baik-baik, kan ku ceritakan, awal kami berempat menjadi teman yang lebih dekat dari pacar kami sekalipun namun entah ada apa dengan dia, dia berubah dengan drastis, dia menjadi sosok misterius bagi teman-teman yang lain, tidak untuk kami

Narto :  kalau suka, tembak saja

Narta : emang burung maen tembak aja hehehehe.

Anto :    sudah..sudah jadi kalian yang ribut, tidak baik itu kasihan teman baru kita

Nayla :  sebenarnya aku hanya ingin mengenalnya saja, karena waktu itu aku tak sengaja membaca tulisan dalam bukunya,  setelah aku membaca tulisanya perasaanku bergetar, hatiku berkecambuk, buat pikiranku harus mengingat kejadian waktu silam, dimana aku mengenal rasa yang orang sebut cinta, rasa yang mengelabuhiku hingga aku melepaskan segalanya demi cinta, demi cinta aku lupakan kewajibanku sebagai wanita muslim, demi cinta aku lalaikan nasehat orang tuaku, demi cinta aku lakukan hal yang tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya, ingatan itu masih terjaga dalam pikiranku, dan karena itu aku tak berani menatap wajah gea.

Narta, narto :     semudah itukah kau ceritakan rahasiamu pada kami nay?

Anto :    ya , nayla apa kau percaya pada kami? Bagaimana jika kami bocorkan rahasia pribadimu itu pada semua orang ?

Nayla :  sejak pertama aku melihat kalian, aku yakin kalian bisa menjadi teman yang baik bagi ragaku juga hatiku, makanya aku ada disini bersama kalian

Narta, narto,anton :        terima kasih kau telah terima kami menjadi teman kau, kami harap kamu bisa menerima kami selamanya, hingga nafas menjemput nadimu

Nayla :  insya allah

 

Disebrang sana, gea masih berdiam dengan kesendirianya, menanyakan hal kepada langit dan sahabat-sahabtnya,

Waktu menghantarkan mereka berlima kedalam sebuah ruang putih abu abu, merajut cerita yang belum usia bersama pertanyaan yang hidup dalam benak mereka,. putih abu-abu menjadi saksi langkah mereka pertanyaan timbul dari langkah salah satu sahabat

Narta :  jika kau mampu berbicara maka kau akan ku Tanya ?

                Apakah mereka bisa bersatu? Seperti bumi dan langit yang tak pernah saling mendahului, atukah mereka akan seperti api dan air ?

Anto : ngomong apa sich kamu ta ?sudah biarkan itu menjadi drama yang indah

Narto : betul tuch to, udah jangan ikut campur mending kita menjadi saksi saja seprti bangku dan tembok tidak akan disalahkan dan tidak akan merasa bersalah

Beberapa meter dari pandangan mereka bertiga, mereka menyaksikan drama klasik antara gea dan nayla, saking asyiknya mata mereka tak terpejam 

nayla :   gea boleh aku jujur ?

gea :      jujur ? ada apa dengan jujur, memang jujur sakit ya ? ( cool )

nayla :   gea……. ( gemas )

gea :      bicara saja, aku tak berhak melarangmu berbicara.

Nayla : gea, dua hari aku duduk disampingmu namun serasa aku telah lama mengenalmu, entah ada apa dengan raga dan hatiku, aku merasa seperti ini karena kamu gea

Gea :     ( diam tak besuara  hingga waktu memanggilnya untuk pulang )

Hari berganti begitu saja, keseharian mahluk tuhan yang maha agung, diselimuti kebisuan hingga suatu waktu nayla memberanikan diri untuk melepaskan kebisuan yang menjaring mulutnya

Nayla : gea, mengapa kau diam ? hari telah kita lewati dengan kebisuan, apa aku salah?

Gea :     ( hanya menoleh saja tanpa bersuara)

Air mata naylapun larut dalam keramaian kelas, pikiran nayla terbang mencari jawaban akan kebisuan gea, tak lama anto, narta dan narto menghampiri nayla

Anto :    ada apa dengan mu nayla ? wajamhu terlihat beda

Nayla :  ( sambil mengusap ) tidak ada apa-apa aku hanya kelilipan dan kurang tidur saja an,

Anto :    sebenarnya aku tak percaya namun jika itu jawabanmu, aku tak bisa menolaknya

Ditempat yang berbeda gea melepaskan amarahnya pada langit, disaksikan taman dan bunga gea berkata

Gea :     biru dan putih dengarkan aku, aku belum bisa mengenalnya lebih dalam karena aku belum mengatur diriku
aku belum bisa mengenalnya karena aku belum bisa menjadi pemimpin
aku belum bisa mengenalnya karena aku belum mengenal diriku sendiri, langit aku tak ingin seperti dulu dimana aku harus meleluluh lantahkan langkahku pada nafsu semata,dimana aku membiarkan kebuasan menyapaku hingga aku melupakan rumahku, biru dan putih aku diam bukan berarti aku diam, aku diam karena aku ingin mengenalnya dengan langkahku, biru dan putih mengapa kau diam?mengapa kau merubah rupamu menjadi hitam pekat ?

Nayla dan yang lainya bermain dan melupakan masalah itu sejenak, karena nayla berpikir itu hanyalah masalah mereka berdua tanpa harus ada yang tahu lagi selain mereka berdua, waktu terus berganti, hingga waktu memaksa mereka bertemu disebuah bibir danau yang indah penuh bunga dan kupu,

Nayla : gea sampai saat ini aku masih tak mengerti dengan semua ini? Aku selalu bertanya pada cermin dikamarku, “ yang salah siapa ?

Gea :     ( menurunkan kepalanya dan memainkan rerumputan didepan matanya)

Nayla :  gea mengapa kau tak menjawabnya?

Gea :     biarlah semua ini terjadi, memang aku yang salah?

Hati nayla merasakan hentakkan saat mendengar pertama kalinya gea mengucap setelah kejadian itu, entah apa yang ada dalam pikiran nayla hingga akhirnya gea meninggalkan nayla sendiri dan gea meninggalkan sehelai kertas yang berisikan kata-kata

Jika aku adalah kamu, aku akan mengunci tubuhku

Jika aku adalah kamu aku akan meminum air bening

Namun

Aku adalah serpihan debu,

Maaf aku harus meninggalkanmu saat ini, mungkin suatu saat kita akan bertemu lagi di tempat ini.

Air mata nayla kembali jatuh, merasakan kebahagian sesaat, hati nayla remuk dan pikiranya kembali pada air yang jatuh dipipinya.

Akankah nayla dan gea bersatu ?